Kamis, 08 Desember 2011

Ternyata..

Mungkin banyak yang berpendapat jika hidup lebih lebih lama, seratus, dua ratus, bahkan seribu tahun waktu yang dapat dijalani, maka hidup akan menjadi indah. Tidak sedikit juga manusia berpendapat jika hidup yang indah adalah hidup dengan mempunyai serta mampu melakukan apa yang diinginkan. Namun bagaimana jika sisa hidup yang lama tadi hanya diisi dengan kesedihan, penyesalan dan hal lain. Dan kekuasaan tersebut menimbulkan rasa gelisah serta permusuhan dengan sahabatmu sendiri? Masih inginkah untuk melaluinya?
“Apa rencanaMu Tuhan untukku? mengapa Kau tega memperlihatkan semua kesedihan ini, apakah semua yang kulakukan pada muda dulu tidak cukup? hanya rasa penyesalan, keputusasaan yang hambaMu lihat saat ini! Aku tidak sanggup...”
Pierre berteriak dengan hati yang bingung, dan tidak tahu akan bertindak apa.
Itulah penyesalanku.....
Pierre, lebih lengkapnya Jean Pierre Linux merupakan sosok yang sudah berumur seratus tiga puluh tujuh tahun hidup. Semasa hidupnya ia sering bergelut dengan batinnya, ingin mendapatkan kehidupan yang sangat indah dan panjang. Ia berpendapat kehidupan akan lengkap jika mempunyai umur yang panjang dan bisa melihat dunia lebih lama lagi.
Namun hal itu ditentang oleh sahabatnya, Martin De Leur, baginya kehidupan akan indah jika ia bisa melakukan apapun sesuai dengan kehendaknya. De Leur merupakan kerabat dari Raja Louis XVII, oleh sebab itu ia dapat bertindak seenaknya.
“Apa yang akan kamu lakukan jika kau terlibat dalam masalah seperti ini, Martin?”
“Masalah apa?” “Masalah kehidupan ketika apa yang kamu inginkan tidak terpenuhi.”
“itu mudah bagiku, aku hanya mengatakannya kepada Raja Louis XVII dan ia akan membantuku, aku sudah merasakan kekuasaan yang ia miliki, wanita, harta, emas, dan nama baik bisa dalam genggamanku.” penjelasan dari De Leur.
“Kalau begitu, kamu bisa membantuku untuk mendapatkan Eliza, seorang gadis anak dari pelayan Raja Louis?” “bukan masalah bagiku.” jawab De Leur singkat.
Tidak butuh satu bulan untuk membuat hal tersebut menjadi kenyataan, Pierre menikahi Eliza atas bantuan dari De Leur. Pada kehidupan De Leur, ia mendapatkan banyak harta, wanita jabatan, dan hal-hal lainnya. Lelaki itu sangat senang akan dunia ini, kepemimpinan Raja Louis XVII yang sangat memanjakan dia, namun ada hal yang menganjal dalam benak mereka.
“Aku kurang puas, Pierre!!” Martin memulai percakapan.
“Apa yang tidak kamu terima? Aku rasa kamu sudah memiliki segalanya di dunia ini, harta, wanita, jabatan, dan segalanya!! Apa lagi yang kamu ingin pinta dari Raja hah!?” Pierre kesal.
“Ada sat hal lagi yang ingin ku miliki, Jabatan raja yang dikuasai oleh Louis XVII, ia mempunyai apa yang tidak aku punya, yaitu kekuasaan mengatur dunia ini. Bayangkan jika aku memiliki jabatan yang bisa mengatur seluruh dunia? Apakah kamu tidak akan senang?”
“Bagus sekali idemu saudaraku.” Namun Pierre juga berpikir, mengapa bukan aku saja yang memerintah? mengapa harus Martin?
Mereka sepakat untuk saling membantu dalam menjalankan misi licik tersebut. Dengan berbagai cara kedua sahabat itu menunjukkan sikap yang ramah kepada Raja Louis XVII, dan tidak lama Martin De Leur menjabat sebagai menteri pertahanan serta Jean Pierre Linux memperoleh menteri urusan luar negeri. Jabatan yang sangat memungkinkan untuk bertindak lebih tanpa harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Raja.
De Leur dan Linux sepakat untuk bernegosiasi dengan bangsa Slavia, mereka berpendapat jika bangsa ini dapat mengalahkan pemerintahan Raja Louis XVII dan membantu mereka menjadi penguasa Prancis.
“Perkenalkan saya Martin De Leur dan ini sahabat saya Jean Pierre Linux, kami berdua adalah orang penting dalam pemerintahan Raja Louis, kami ingin bernegosiasi tentang pemerintahan Louis dengan anda.”
“apa maksudmu?” “Saya ingin anda menghancurkan Prancis!”
“Anda?? bukankah anda orang perancis? Perancis adalah bangsa yang kuat, kami tidak berurusan sengan mereka.” Jawab Roman Tsayevich Pavlushin, penguasa Slavia.
“Oleh sebab itu kami datang kesini, tujuan kami untuk memberitahukan kepada anda bagaimana mengalahkan bangsa kami.” tungkas Jean Pierre Linux.
“kami akan memberikan rahasia kami, tapi dengan satu syarat jika kalian berhasil mengalahkan Prancis, maka kamilah yang akan menjadi penguasa.”
“Baiklah saya setuju dengan anda.” dengan itu kesepakatan tercapai.
Serangan bangsa Slavia akan akhirnya dimulai, mereka mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Martin dan Pierre, akhirnya Raja Louis XVII dapat dikalahkan dengan mudah. Kemenangan Slavia membuat dua sahabat itu menjadi gembira, mereka berpikir jika akan menjadi penguasa Perancis. Akan tetapi...
“Tangkap Martin De Leur dan Jean Pierre Linux sekarang!” perintah Roman kepada pasukannya.
Merekapun ditangkap dan dibawa ke tengah kota, dimana sisa orang Perancis sedang mengalami siksaan. Mereka langsung diangkat ke atas penggung yang biasa dijadikan sebagai temapt penyiksaan.
“mengapa kami dibawa?? bagaimana dengan perjanjian kita Roman!” teriak Martin dari atas panggung.
“Inilah orang yang telah membuat kami menang atas bangsa kalian, seorang pengkhianat!! tidakkah ini membuat anda sekalian menjadi geram? apa yang akan kalian lakuan terhadap kedua pengkhianat ini?” teriak Roman kepada orang-orang Perancis yang tengah disiksa sambil memperkenalkan Martin De Leur dan Jean Pierre Linux.
Seketika itu juga orang yang Perancis yang mendengar datang menghampiri mereka berdua, lalu meludahi dua pengkhianat tersebut. Pada hari itu jam tiga siang Martin mendapatkan hukuman gantung, “Rajamu saja kamu khianati, apalagi saya yang merupakan orang luar dari bangsamu, suatu saat kau pasti akan mengkhianatiku, oleh sebab itu kau harus mati Martin, dan untukmu Pierre, kau akan kubiarkan hidup, namun dipenjara selama hidupmu, agar kau dapat melihat bagaimana caraku menyiksa bangsamu ini.”
Martin akhirnya digantung, akan tetapi dari semua orang Perancis yang ada di sana, hanya Jean Pierre yang menangis, dan ia pun di bawa ke penjara.
“Apa rencanaMu Tuhan untukku? mengapa Kau tega memperlihatkan semua kesedihan ini, apakah semua yang kulakukan pada muda dulu tidak cukup? hanya rasa penyesalan, keputusasaan yang hambaMu lihat saat ini! Aku tidak sanggup...”
Pierre berteriak dengan hati yang bingung, dan tidak tahu akan bertindak apa. Di dalam penjara ia stiap hari melihat bagaimana mereka bangsa Slavia menyiksa Perancis, bangsanya sendiri yang telah ia khianati, Pierre hanya bisa menangis..

Kamis, 07 Juli 2011

Teori linguistik sistematik

Aliran ini mempunyai banyak nama, seperti teori linguistik sistematik, teori linguistik sistemik (systemic linguistics), atau teori linguistik fungsional, apapun sebutan yang ada, teori ini tidak bisa lepas dari seseorang yang bernama Michael Alexander Kirkwood Halliday (MAK Halliday) yang telah menemukan dan mengembangkan teori kebahasaan tersebut. Ia merupakan salah seorang murid dari Firth, seorang ahli bahasa yang mengembangkan aliran Firth, guru besar di Universitas London, dimana Halliday belajar.
Sebagai penerus Firth dalam bidang kemasyarakatan bahasa serta pada sebuah karangannya Categories of the Theory of Grammar, Halliday mengembangkan suatu teori linguistik, yang mula-mula dikenal sebagai Neo-Firthian Linguistics atau Scale and Categories Linguistics. Namun dikemudian waktu, muncul nama baru untuk teori ini, Systemics Linguistics (dalam bahasa Indonesia disebut Linguistik Sistemik). Karya besar pertamanya tentang masalah tata bahasa adalah "Kategori dari teori tata bahasa", yang diterbitkan dalam jurnal Firman pada tahun 1961 . Dalam tulisan ini, ia berpendapat untuk empat "kategori fundamental" bagi teori tata bahasa: "Unit", "struktur", "kelas" dan "sistem". Kategori-kategori ini menurutnya adalah "dari urutan tertinggi abstraksi", tapi dibela seperti yang diperlukan untuk "memungkinkan account koheren tentang apa tata bahasa dan tempatnya dalam bahasa" Dalam mengartikulasikan unit 'kategori', Halliday mengusulkan gagasan tentang 'skala peringkat' a. Unit tata bahasa membentuk "hierarki", skala dari "terbesar" ke "terkecil" yang diusulkan sebagai: "kalimat", "klausul", "kelompok / frase", "kata" dan "morfem" .

Pokok-pokok pandangan yang terdapat dalam teori Systemic Linguistics (linguistik sistemik) adalah sebagai beriukut:
1. Systemic Linguistics memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa, terutama fungsi kemasyarkatan bahasa itu sendiri dan bagaimana fungsi kemasyarakatan tersebut terlaksana dalam bahasa.
2. Systemic Linguistics memandang bahwa bahasa adalah “pelaksana”. Teori ini mengakui pentingnya perbedaan langue dari parole (dalam hal ini seperti apa yang telah dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure). Parole sendiri mempunyai arti sebagai perilaku kebahasaan yang sebenarnya, sedangkan Langue adalah jajaran pikiran yang telah dipilih sendiri oleh seorang penutur bahasa.
3. Systemic Linguistics lebih mengutamakan pemberian ciri-ciri dari bahasa tertentu beserta variasi-variasinya, teori ini kurang tertarik pada semestaan bahasa.
4. Systemic Linguistics mengenal adanya gradasi atau kontinum. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan seringkali tidak adanya batas butir-butir bahasa yang jelas. Misalnya tentang bentuk-bentuk kalimat yang gramatikal atau yang tidak gramatikal. Seperti yang tergambar dalam bagan (i), melainkan lebih rumit seperti yang terlihat pada bagan (ii).


i
tidak gramatikal

Skala
Kegramatikalan

gramatikal





ii tidak gramatikal
lebih janggal

gramatikal
(tidak biasa)

kurang janggal
Skala
Kegramatikalan kurang biasa

gramatikal
(biasa)

lebih biasa


5. Systemic Linguistics menggambarkan tiga tataran utama bahasa, terlihat pada bagan (iii).

iii

SUBSTANSI
FORMA
SITUASI
Substansi fonik
Subtansi grafis Fonologi
Grafologi Leksis
Gramatika konteks Tesis
situasi langsung situasi luas

Yang dimaksud substansi dalam bagan tersebut adalah bunyi yang diucapkan ketika berbicara, dan lambang yang digunakan ketika menulis. Substansi bahasa lisan disebut substani fonis, sedangkan substansi bahasa tulis disbut substansi grafis. Forma adalah susunan substansi dalam pola yang bermakna. Forma tersebut dibagi dalam dua kelompok, yaitu: pertama, leksis yaitu menyangkut butir-butir bahasa dan pola butir-butir tersebut terletak. Kedua, gramatika, mengenai hal yang berhubungan dengan kelas-kelas butir bahasa, dan pola-pola tempat terletaknya butir bahasa tersebut. Situasi meliputi tesis, situasi langsung, dan situasi luas. Tesis suatu tuturan adalah apa yang sedang dibicarakan. Situasi langsung adalah situasi ketika suatu tuturan benar-benar diucapkan oleh seseorang, sedangkan situasi luas suatu tuturan menyangkut tentang semua hal mengenai pengalaman pembaca atau penulis yang mempengaruhinya supaya memakai tuturan yang diucapkan atau dituliskan.
Ada dua tataran bahasa lagi yang berfungsi menghubungkan tataran-tataran utama. Fonologi, yang menghubungkan substansi fonik dengan forma, dan yang berfungsi menghubungkan substansi grafis dengan forma adalah grafologi. Sedangkan konteks sendiri menghubungkan situasi dengan forma.






Daftar pustaka
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta. Rineka cipta
file:///C:/Documents%20and%20Settings/TinBers/My%20Documents/Downloads/METAHODHOS%20BLOGSPOT%20%20ALIRAN-ALIRAN%20LINGUISTIK%20DI%20BARAT%20DAN%20PERKEMBANGAN%20LINGUISTIK%20DI%20INDONESIA.htm

Linguistik pada masa Romawi

Banyak yang mengatakan bahwa linguistik pada masa Romawi merupakan linguistik lanjutan dari masa sebelumnya, masa Yunani. Hal ini dikarenakan sejaln dengan jatuhnya Ynani dan bangkitnya kerjaan Romawi, dan ada pula yang menyebutkan bila orang Romawi mendapatkan ilmu mengenai kebahasaan berasal dari bangsa Yunani.
Pada masa Romawi terdapat dua tokoh ketatabahasaan (linguis) yaitu
1. Varro dengan karyanya De Lingua Latina
2. Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae

Varro (116 S.M – 27 S.M)
Di dalam bukunya yang berjudul De Lingua Latina, ia masih mengangkat topik yang sama seperti yang diperdebatkan mengenai Analogi dan Anomali yang terjadi pada zaman Stoik di Yunani. Buku yang terdiri dari 25 jilid ini terdiri dari bagian-bagian yang membahas bidang-bidang yang berbeda, seperti etimologi, morfologi, dan sintaksis.
a. Etimologi
Merupakan salah satu cabang ilmu dari linguistik. Cabang ilmu mempelajari bagaimana asal-usul kata dan menyelidiki arti kata. Varro mempunyai catatan bagaimana kata berubah bunyi dari zaman ke zaman dan juga perubahan makna, contoh duellum menjadi belum yang mempunyai arti ‘perang’, kata tersebut mengalami perubahan bunyi. Contoh perubahan makna yaitu kata hostis, yang bermula mempunyai arti ‘orang asing’, berubah makna menjadi ‘musuh’. Sejarah juga mencatat jika etimologi yang yang diungkapkan oleh Varro mempunyai kekurangan, yaitu ia menganggap bila bentuk kata dari bahasa Latin dan Yunani sama, merupakan kata pinjaman langsung. Padahal banyak kata Latin atau yunani yang hatus direkonstruksikan kembali pada satu bahasa purba atau bahasa proto yang lebih tua.
b. Morfologi
Merupakan cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang kata dan pembentukan kata tersebut. Menurut Varro, kata ialah bagian dari ucapan dan tidak dapt dipisahkan lagi dan merupakan bentuk minimum. Menurutnya pula ada kata-kata dalam bahasa Latin ada kata-kata yang terjadi secara Analogi, dan ada pula yang terjadi secara Anomali. Sehingga terjadi bentuk reguler dan bentuk tidak reguler. Dalam penyusunan kata, ia mengelompokkan kata-kata menjadi 4 kelompok :
• Nomen (Kata benda), termasuk kata sifat yakni kata yang berinfleksi pada kasus.
• Verbum (Kata kerja), yaitu kelas kata yang membuat suatu pernyataan, yang berinfleksi pada ‘tense’.
• Partisipel, yaitu kelas kata yang menghubungkan (dalam sintaksis kata benda dan kata kerja), berinfleksi pada kasus dan ‘tense’.
• Adverbium (penghubung), yaitu kelas kata yang mendukung (bawahan dari kata kerja), yang tudak berinfleksi.


Bila dalam bahasa Yunani terdapat lima kasus dalam ketatabahasaannya, maka menurut Varro dalam bahasa latin terdapat enam buah kasus , yaitu :
1. Nominativus, yaitu kasus yang berbentuk primer atau pokok.
2. Genetivus, yaitu kasus yang menyatakan kepunyaan.
3. Dativus, yaitu bentuk kasus yang menyatakan menerima.
4. Akusativus, yaitu bentuk yang menyatakan menerima.
5. Vokativus, yaitu bentuk yang mengenai sapaan atau panggilan.
6. Oblativus, bentuk yang menyatakan asal.

Mengenai perubahan bentuk kata yang berkenaan dengan kategori, jumlah, kasus, dan jenis atau dikenal dengan deklinasi, Varro membedakan menjadi dua macam deklinasi yaitu deklinasi yaitu deklinasi naturalis dan deklinasi voluntaris.
• Deklinasi naturalis adalah perubahan yang bersifat alamiah, sebab perubahan yang dialami mengalami proses perubahan dengan sendirinya dan sudah berpola. Deklinasi ini menghasilkan kata-kata yang bersifat reguler dan biasanya para pengguna bahasa sudah mengetahui bentuk kata setelah deklinasi tanpa ragu-ragu.
• Deklinasi voluntaris adalah perubahan secara morfologis bersifat selektif dan manasuka. Deklinasi ini menghasilkan kata-kata yang bersifat ireguler, dan para pengguna abahsa harus sadar bagaimana proses deklinasi kata tersebut.




Priscia
Institutiones Grammatica , buku berisi 18 jilid dimana 16 jilid membahas morfologis dan 2 jilid lainnya membahas sintaksis adalah karya Priscia, mempunyai peranan penting dalam sejarah studi bahasa karena :
• Merupakan buku terlengkap bahasa Latin yang ditulis oleh pembicara aslinya (native speaker).
• Teori-teori ketatabahasaan yang ada di dalamnya merupakan dasr-dasar utama pembicaraan bahasa secara tradisional.
Dan sebab karena itu buku ini menjadi refrensi untuk menulis buku mengenai ketatabahasaan bahasa-bahasa lain di Eropa atau di luar Eropa. Sebagai buku tata bahasa tradisional, maka buku ini menggunakan semantik atau makna kata sebagai tolak ukur utana mengenai pembahasan bahasa.
Bidang-bidang yang dibahas di dalam buku ini adalah:
1. Fonologi, pertama dalam fonologi hal yang dibahas adalah tulisan atau huruf yang disebut litterae. Litterae sendiri mempunyai arti sesuatubagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan. Sedangkan nilai bunyi itu sendiri disebut potestas.
Bunyi-bunyi dapat dibedakan menjadi 4 macam:
a. Vox artikulata, bunyi yang diucapkan untuk membedakan makna.
b. Vox martikulata, bunyi yang tidak diucapkan untuk memberikan makna.
c. Vox litterata, bunyi yang dapat dituliskan bai yang artikulata, maupun maartikulata.
d. Vox illiterata, bunyi yang tidak dapat dituliskan.


2. Morfologi, mengenai dictio atau kata. Dictio adalah bagian terkecil dari ujaran dan harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan.
Dalam hal ini kata-kata dibedakan menjadi 8 jenis yang disebut partes orationis.
a. Nomen, termasuk kelas kata benda dan kelas kata sifat menerut klasifikasi sekarang.
b. Verbum, kelas kata yang menyatakan perbuatan atau dikenai perbuatan.
c. Partisipium, kelas kata yang selalu berdevirasi dari verbum, mengambil kategori verbum dan nomen.
d. Pronomen, yaitu kelas kata yang dapat menggantikan nomen.
e. Adverbum, kelas kata yang secara sintaksis merupakan atribut dariverbum.
f. Praepositio, kata-kata yang terletak di depan bentuk kata yang berkasus.
g. Interjectio, kelas kata yang menyatakan perasaan, sikap, dan pikiran.
h. Conjuctio, kelas kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata-kata dari kelas kata yang lain untuk menyatakan hubungan sesamanya.


3. Sintaksis
Dalam bidang ini, hal yang dibicarakan adalah oratio, yaitu tata susun kata yang berselaras dan menunjukan bahwa kalimat tersebut selesai. Buku ini juga menunjukkan bahwa sebuah kata dapat menjadi sebuah kalimat penuh, misalnya dalam sebuah kalimat jawaban singkat.
Sehingga dapat dikatakan bahwa buku Institutiones Grammaticae tealah menjadi dasar tata bahasa Latin dan filsafat zaman pertengahan.

Sabtu, 11 Juni 2011

when people fall in love

Ini adalah sepenggal tulisan mengenai orang-orang yang sedang jatuh cinta...
Ekspresi orang yang sedang jatuh cinta :
1. Seperti orang gila, keseringan senyum dan tertawa sendiri. Di dalam hati dan pikiran orang sedang jatuh cinta hanya ada sesosok ciptaan Tuhan (cewe/perempuan/wanita dengan cowo/laki-laki/pria).
2. Seperti penyanyi terkenal, setiap saat bernyanyi terus dan masa bodoh suaranya bagus atau tidak, yang terpenting orang yang sedang jatuh cinta akan terus-meenerus bersenandung tanpa henti, serasa penyanyi dengan suara bagus.
3. Seperti orang yang paling ramah sedunia, setiap orang yang di yang dikenalnya ada di dekatnya, maka orang yang sedang jath cinta pasti akan suka mengajak bercanda atau setidaknya menegor dan memberi senyuman (ingat no.1)
4. Dan lain-lain

Selain itu...
1. Logika dan daya pikir akan berkurang, biasanya orang jatuh cinta akan melakukan apasaja untuk orang yang dicintainya, tidak ada masalah untuk waktu, uang dll, dan bisa cenderng untuk memaksa.
2. Alat indra menjadi tidak berfungsi, telinga bisa menjadi tuli ketika para teman-teman (orang yg care) mengatakan hal-hal yang kurang bagus mengenai orang yang dicintainya, dan cenderung acuh mengenai hal-hal seperti itu.
3. Dan sebagainya

Bagi kalian ynag sedang jatuh cinta bisa menambahkannya..
SILAHKAN..

cinta (lanjutan)

Lanjuntan corat-coret gua daro judul yang sama...
CINTA
Sekarang bukan arti dari kata tersebut yang gua angkat, namun hal lain yaitu bagaimana cinta itu sendiri...
Bagaimanakah cinta itu?
Bagaimana kita mendapatkannya?
Banyak yang mengatakan bahwa
cinta itu tulus...
Cinta itu tidak memaksa...
Cinta itu memberi dan tidak ada maksud untuk memnta kembali..
Bagaimana dengan anda? Apakah anda setuju?
Lalu bagaimana dengan pertimbangan-pertimbangan yang muncul ketika ada rasa cinta di dalamnya?
Seperti contoh jika seorang pria jatuh cinta kepada seorang wanita, ia ingin mendekati wanita itu namun ia menjadi ragu karena sang wanita lebih kaya, dari keluarga yang terkenal...
Pria tersebut memikirkan hal-hal yang lain... bagaimana kami akan menjalani hubungan kami? Apakah ia ajan merasa nyaman dengan keadaan saya?
Begitu banyak pertanyaan yang timbul dari rasa cintanya..
Apakah pertimbangan tersebut masih membuat cinta yang “pure”?

Cinta.....

cinta

udah lama g ngunjungin blog..
ini tulisan gua mengenai hal yang baru..


Cinta...
Satu kata yang mempunyai sejuta arti.
Arti yang bisa diberikan oleh para ahli bahasa, para sastrawan, atau bahkan dari diri kita sendiri...
Arti tersebut juga bisa berubah-ubah..
Mungkin karena menurut mood, situasi, atau juga karena lingkungan..
Misalnya cinta bisa mempunyai arti dengan sifat-sifat menyenangkan, membahagiakan, dan yang pasti berpendapat jika mengalaminya, maka pengalaman yang positif akan diterima...
Namun bagaimana jika arti cinta diberikan oleh seorang yang sedang patah hati karena cinta??
Apakah masih sama arti cinta yang diberikan??
Mempunyai sifat-sifat yang samakah?
Memang kata yang sangat dahsyat..
Biarlah orang tetap memberikan arti untuknya
Dan..
Ia..
Memang...
Berjuta makna..
CINTA.....

Kamis, 05 Mei 2011

professionalisme

gua baru saja mengalami hal yang paling tidak diskai oleh kamu public figure...
Iya, gua baru merasakannya...
Gua merasakanhal itu ketika ingin mengikuti lomba paduan suara di kampus dan gua di percaya menjadi conductor (dirigen)..
Gua dan tim paduan suara gua menyanyikan satu lagu yang terkenal yaitu “When I fall in love”
Bisa dibayangkan bagaimana isi lagu ini, hal yang berbunga-bunga, hal cinta, senang, dsb.
Padahal hati gua lagi hancur, lagi sakit, karena seseorang cewek yang juga merupakan anggota tim paduan suara kampus.
Bayangin aja gua dituntut untuk bisa mengekspresikan isi lagu tersbut, berbunga-bunga, senang, gembira, hal apa saja yang berkaitan dengan jatuh cinta..
Pdahal gua lagi sakit, hati gua hancur,
Bagaimana bisa!!!!
Apalai ada cewe yang dulu gua suka, tapi sekarang udah bikin hati gua hancur...
Setiap kali gua memimpin paduan suara dan menyanyikan “when i fall in love” hati bukannya senang tetapi hancur, walaupun gua tetap berusaha untuk merasakan kembali jatuh cinta melalui lagu ini..
I try to fall in love (again) because i want to sing “when i fall in love”